Sabtu, 21 Januari 2023

Jean-Michel Basquiat: Dari Seniman Jalanan Yang Mendunia

Jean-Michel Basquiat: Dari Seniman Jalanan Yang Mendunia




Siapa yang tidak suka menggambar? Dan siapa siapa yang tidak suka seni kreatif seperti melukis, kebanyakan anak sewaktu kecil suka melukis entah melukis seperti pegunungan, menggambar rumah sudah menjadi hall yang wajib sewaktu kecil.  Dan jangan salah hobi melukis juga bisa dijadikan hobi yang bisa menjadikan dikenal oleh seluruh dunia bahkan hobi melukis bisa disalurkan juga melalui sekolah atau kuliah dengan jurusan seni lukis. Seperti yang dilakukan oleh Jean Michel Basquiat yang dikenal dengan Basquiat. Jean Michel Basquiat adalah seorang seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Dia mulai debutnya sebagai seorang seniman grafiti di Kota New York pada 1970-an dan berkembang menjadi seorang pelukis ekspresionis dan neoprimitif.

Latar belakang keluarganya yang berkulit hitam menjadi salah satu inspirasinya dalam melahirkan karya seni. Kecintaannya terhadap dunia seni ditanamkan oleh sang ibu sejak kecil, di mana ia sering diajak ke museum dan mendaftarkannya sebagai anggota di Brooklyn Art Museum. Di usia tujuh tahun, Basquiat mulai sekolah privat seni di saint Ann’s School, dan bersama temannya, Marc Prozzo, mampu menghasilkan sebuah karya berupa buku dengan ilustrasi bergambar.




Setelah orang tuanya bercerai pada 1968, Basquiat diasuh oleh sang ayah. Namun, ia kabur dari rumah saat berusia 15 tahun setelah dipergoki sedang merokok oleh ayahnya. Setelah diusir oleh ayahnya dan dikeluarkan dari sekolah saat masih kelas 1 SMA, Basquiat bertahan hidup dengan bekerja di pabrik pakaian. Namun pada saat Basquiat berniat untuk membuat pakaian yang dibuat dengan desain nya sendiri dengan lukisan sendiri basquiat meberikan sebuah desain yang berada pada pakaian yang dibelinya dengan hasil uang kerjaan Basquiat menitipkan pakaian tersebut ditoko bajunya. Ternyata pada saat desain atau lukisan yang dibuat oleh basquiat sangat laku dijual pada masa itu, akhirnya Basquiat berniat untuk mendalami seni melukisnya, Basquiat melukis dengan gaya abstarction dan figurasion. Lukisan yang dibuat Basquiat juga bertemakan isu-isul politik dan sosial pada era itu seperti isu rasisme yang menimpa kulit hitam.

Februari 1986, setelah dia malang melintang di dunia seni rupa, wajahnya muncul di sampul The New York Times Magazine. Ketika Basquiat dan Diaz mengakhiri pertemanan mereka, Proyek SAMO berakhir pula. Ini terekspresikan pada dinding bangunan SOHO berbunyi “SAMO IS DEAD ”, tahun 1979. Basquiat sangat mengidolakan pelukis ternam pada masa itu yaitu Andy Warhol. Andy Warhol selalu menjadi panutan ketika Basquiat sedang membuat lukisan. Hingga pada suatu hari Basquiat mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Andy Warhol pada tahun 1984. Pada era itu lukisan Basquiat digemari oleh para kurator-kurator seni yang ingin membuat pameran dikarenakan karena karya lukis yang dibuat oleh Basquiat berfokus pada “dikotomi sugestif,” seperti kekayaan versus kemiskinan, integrasi terhadap segregasi, dan pengalaman batin versus luar.




Karya Basquiat yang dimanfaatkan merupakan sinergi perampasan, gambar puisi, dan lukisan, yang dikawinkan dengan teks dan gambar, abstraksi dan figurasi, dan informasi sejarah dicampur dengan kritik kontemporer. Memanfaatkan komentar sosial sebagai “batu loncatan untuk kebenaran yang lebih dalam tentang individu”, lukisan Basquiat kadang menyerang struktur kekuasaan dan sistem rasisme. Sementara puisinya yang akut menohok ranah politik dan langsung dalam kritik mereka terhadap kolonialisme dan ekspresi dukungan untuk perjuangan kelas bawah jadi pada masa itu banyak yang rasa kekecewaan orang bawah yang terwakilkan oleh lukisan Basquiat.

Sementara itu Jean Michel Basquiat juga mempunyai sejarah lukisan yang memecahkan rekor MURI lukisan termahal. Salah satu lukisan Jean-Michel Basquiat berjudul Intitled yang menggambarkan kepala mirip tengkorak, menggunakan cat akrilik, dan semprotan di kanvas raksasa, tercatat sebagai lukisan termahal di dunia sepanjang abad ke-20. Seorang kolektor asal Jepang, Yusaku Maezawa, membeli lukisan tersebut seharga $110,5 atau setara dengan Rp. 1,48 triliun, dalam rumah lelang Sotheby New York, tanggal 18 Mei 2017. 



Rekor itu tercapai berselang hampir 30 tahun setelah kematian Basquiat. Pihak Sotheby mengonfirmasikan bahwa Yusaku Maezawa juga telah membeli lukisan karya Basquiat lainnya, tahun sebelumnya. Dan semua lukisan yang dibelinya akan ditempatkan di sebuah museum yang berbasis di kota kelahiran Maezawa, Chiba, Jepang.Hingga pada akhirnya Ketika Andy Warhol meninggal dunia pada tanggal 22 Februari 1987, Basquiat menjadi semakin terisolasi, kecanduan heroin dan depresi. Akhirnya Basquiat meninggal pada 12 Agustus 1988 karena overdosis heroin di studio seninya di New York City. Basquiat dikebumikan di Green-Wood Cemetery Brooklyn.