Siapa yang tidak suka menggambar? Dan siapa
siapa yang tidak suka seni kreatif seperti melukis, kebanyakan anak sewaktu
kecil suka melukis entah melukis seperti pegunungan, menggambar rumah sudah
menjadi hall yang wajib sewaktu kecil. Dan
jangan salah hobi melukis juga bisa dijadikan hobi yang bisa menjadikan dikenal
oleh seluruh dunia bahkan hobi melukis bisa disalurkan juga melalui sekolah
atau kuliah dengan jurusan seni lukis. Seperti yang dilakukan oleh Jean Michel
Basquiat yang dikenal dengan Basquiat. Jean Michel Basquiat adalah seorang
seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Dia mulai debutnya sebagai seorang
seniman grafiti di Kota New York pada 1970-an dan berkembang menjadi seorang
pelukis ekspresionis dan neoprimitif.
Latar belakang keluarganya yang berkulit hitam
menjadi salah satu inspirasinya dalam melahirkan karya seni. Kecintaannya
terhadap dunia seni ditanamkan oleh sang ibu sejak kecil, di mana ia sering
diajak ke museum dan mendaftarkannya sebagai anggota di Brooklyn Art Museum. Di
usia tujuh tahun, Basquiat mulai sekolah privat seni di saint Ann’s School, dan
bersama temannya, Marc Prozzo, mampu menghasilkan sebuah karya berupa buku dengan
ilustrasi bergambar.
Setelah orang tuanya bercerai pada 1968,
Basquiat diasuh oleh sang ayah. Namun, ia kabur dari rumah saat berusia 15
tahun setelah dipergoki sedang merokok oleh ayahnya. Setelah diusir oleh
ayahnya dan dikeluarkan dari sekolah saat masih kelas 1 SMA, Basquiat bertahan
hidup dengan bekerja di pabrik pakaian. Namun pada saat Basquiat berniat untuk
membuat pakaian yang dibuat dengan desain nya sendiri dengan lukisan sendiri
basquiat meberikan sebuah desain yang berada pada pakaian yang dibelinya dengan
hasil uang kerjaan Basquiat menitipkan pakaian tersebut ditoko bajunya.
Ternyata pada saat desain atau lukisan yang dibuat oleh basquiat sangat laku
dijual pada masa itu, akhirnya Basquiat berniat untuk mendalami seni
melukisnya, Basquiat melukis dengan gaya abstarction dan figurasion. Lukisan
yang dibuat Basquiat juga bertemakan isu-isul politik dan sosial pada era itu seperti
isu rasisme yang menimpa kulit hitam.
Februari 1986, setelah dia malang melintang di
dunia seni rupa, wajahnya muncul di sampul The New York Times Magazine. Ketika
Basquiat dan Diaz mengakhiri pertemanan mereka, Proyek SAMO berakhir pula. Ini
terekspresikan pada dinding bangunan SOHO berbunyi “SAMO IS DEAD ”, tahun 1979.
Basquiat sangat mengidolakan pelukis ternam pada masa itu yaitu Andy Warhol.
Andy Warhol selalu menjadi panutan ketika Basquiat sedang membuat lukisan.
Hingga pada suatu hari Basquiat mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan
Andy Warhol pada tahun 1984. Pada era itu lukisan Basquiat digemari oleh para
kurator-kurator seni yang ingin membuat pameran dikarenakan karena karya lukis
yang dibuat oleh Basquiat berfokus pada “dikotomi sugestif,” seperti kekayaan
versus kemiskinan, integrasi terhadap segregasi, dan pengalaman batin versus
luar.
Karya Basquiat yang dimanfaatkan merupakan
sinergi perampasan, gambar puisi, dan lukisan, yang dikawinkan dengan teks dan
gambar, abstraksi dan figurasi, dan informasi sejarah dicampur dengan kritik
kontemporer. Memanfaatkan komentar sosial sebagai “batu loncatan untuk
kebenaran yang lebih dalam tentang individu”, lukisan Basquiat kadang menyerang
struktur kekuasaan dan sistem rasisme. Sementara puisinya yang akut menohok
ranah politik dan langsung dalam kritik mereka terhadap kolonialisme dan
ekspresi dukungan untuk perjuangan kelas bawah jadi pada masa itu banyak yang
rasa kekecewaan orang bawah yang terwakilkan oleh lukisan Basquiat.
Sementara itu Jean Michel Basquiat juga mempunyai sejarah lukisan yang memecahkan rekor MURI lukisan termahal. Salah satu lukisan Jean-Michel Basquiat berjudul Intitled yang menggambarkan kepala mirip tengkorak, menggunakan cat akrilik, dan semprotan di kanvas raksasa, tercatat sebagai lukisan termahal di dunia sepanjang abad ke-20. Seorang kolektor asal Jepang, Yusaku Maezawa, membeli lukisan tersebut seharga $110,5 atau setara dengan Rp. 1,48 triliun, dalam rumah lelang Sotheby New York, tanggal 18 Mei 2017.
Rekor itu tercapai berselang hampir 30 tahun setelah kematian Basquiat. Pihak Sotheby mengonfirmasikan bahwa Yusaku Maezawa juga telah membeli lukisan karya Basquiat lainnya, tahun sebelumnya. Dan semua lukisan yang dibelinya akan ditempatkan di sebuah museum yang berbasis di kota kelahiran Maezawa, Chiba, Jepang.Hingga pada akhirnya Ketika Andy Warhol meninggal dunia pada tanggal 22 Februari 1987, Basquiat menjadi semakin terisolasi, kecanduan heroin dan depresi. Akhirnya Basquiat meninggal pada 12 Agustus 1988 karena overdosis heroin di studio seninya di New York City. Basquiat dikebumikan di Green-Wood Cemetery Brooklyn.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar