Senin, 07 November 2022

FEATURE: JOGJA DAN BERBAGAI KENANGANNYA


"JOGJA DAN BERBAGAI KENANGANNYA"



Jogja memang sekali sebagai tujuan wisata oleh banyak orang Indonesia, bahkan sampai turis mancanegara dengan adanya tempat-tempat wisata seperti pantai-pantai dan jogja identik dengan malioboro nya yang sangat sayang sekali jika dilewatkan apabila berkunjung ke Jogja. Titik joga terkenal sangat strategis dengan adanya taman-taman dan coretan-coretan mural ditembok yang menjadikan kesan jogja sangat sulit untuk di lupakan. Dan hari itu pada tanggal 6 Juli 2022 saya dan keluarga berangkat menuju jogja dengan tujuan tiga tempat wisata yaitu seribu batu, pantai Parangtritis dan yang terakhir yaitu malioboro. 

Tepat pukul 7 saya dan keluarga saya berangkat, dijalan menuju tempat wisata seribu batu pemandangan yang saya liat begitu indah sambil sesekali aku memotret kakak saya yang bernama juan dan bergurau di dalam mobil karena pada saat itu saya duduk berdua bersama kakak saya juan di bagian belakang. Dalam perjalanan sangat seru dan menyenangkan dengan sendau gurau dan alunan musik ditambah dengan angin sepoy-sepoy yang masuk ke dalam mobil, karena pada saat itu kaca cendela mobil emang sengaja dibuka. 

Sekitar pukul 10 sampai ke tempat tujuan pertama yaitu di wisata Mengenai masalah harga, wisata rumah batu ini dipatok dengan harga 2.500 rupiah dan ditambah dengan biaya parkir dengan harga 2.000 rupiah. seribu batu atau orang jogja menyebutnya dengan songgo langit, memang sebelum memasuki wisata tersebut kami sempat melewati wisata lainnya diantara nya bukit Bintang dan hutan pohon pinus, jadi tidak sia-sia dalam perjalanan karena bisa langsung melihat suasana wisata tersebut tanpa harus memasuki nya, tibalah di seribu batu yang saya lihat pertama kondisi wisatanya sangat lah bersih dengan ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan yang sangat rindang sehingga terkesan sejuk dan damai. Disitu saya disuruh kakak saya juan untuk memotret kami dan keluarga dan view yang indah, lalu saya dan kakak saya naik ke atas puncak songgo langit dengan cara menaiki ribuan tangga batu yang akan menuju ke puncak songgo langit, dalam perjalanan menuju puncak sangat melelahkan namun juga menyenangkan karena dikami di sungguh kan dengan pemandangan hutan yang sangat lebat dan kicau-kicau burung di sepanjang jalan.

Jadi terkesan alamnya sangat alami dan terjaga, pukul 11.15 tibalah kami dipuncak tidak sia-sia perjalanan yang melelahkan akhirnya kami di suguhkan dengan pemandangan yang luar biasa ciptaan tuhan yang tidak ada tandingannya dengan potret pemandangan seperti kita diatas gunung, diatas kita bisa melihat indah kota Jogja yang sangat indah dan asri.  Tidak lupa kami pun mengabadikan momen tersebut dengan memotret sembari berfoto bersama. Setelah puas dengan pemandangan diatas kamipun turun kembali, perjalanan ketika turun dirasa sangat cepat sehingga tidak terasa sudah sampai bawah. 

Sebenarnya masih banyak area bermain lain nya akan tetapi karena waktu yang sudah ditentukan agar bisa ke pantai dan malioboro akhirnya kami pun langsung menuju ke puncak songgo langit wisata lain nya diantaranya yaitu ada rumah seribu kayu, rumah hobit, panggung alam, taman bunga tumpah dan area camp songgo langit yang sebenarnya sangat sayang untuk dilewatkan. Disini pengunjung bisa berfoto dengan latar rumah kayu yang berjajar-jajar. Panorama yang dihasilkan seperti berada di kawasan indonesia bagian timur. Hawa sejuk dan latar yang artistik menjadi alasan pengunjung betah berlama-lama.




Sekitar pukul set 1 akhirnya kamipun bergegas menuju parangtritis untuk menikmati sore hari dipantai, perjalanan dari songgo langit ke parangtritis hanya 1 setengah jam yang di tempuh, masih dengan macetnya sekitar set 2 kami pun sampai masih panas suasana dipantai, akan tetapi kami merasa senang dan tidak sabar untuk bermain air di pantai Parangtritis, tidak teras sorepun tiba senja yang indah yang ingin tenggelam bisa kita nikmati dipantai tersebut sembari memotret suasana pantai pada sore hari, pukul 5 kami pun bersih-bersih kemudian mandi untuk menuju malioboro tujuan terkahir.




 Dimalam hari dan liburan hari ini. Kami tiba pukul 18.30 karena kami datang pada saat malam minggu suasana di malioboro pun sangat lah rame dan parkir kami sangat jauh dari malioboro, kami pun berjalan menuju malioboro disana kamipun melihat tarian adat papua yang tampil dan malioboro dan tidak membeli oleh-oleh pernak pernik khas jogja, setelah dirasa puas di malioboro sekitar pukul 21.00 kami pun berjalan kaki menuju parkiran mobil untuk perjalanan pulang. Sungguh jogja sangat mengesan kan dengan biaya yang tidak begitu mahal kita bisa menikmati alam jogja serta kenangannya, sangat cocok sekali untuk berlibur bersama keluarga




Senin, 24 Oktober 2022

 




Selasa, 18 Oktober 2022

Pandangan Umar (54), warga Desa trenggalek kecamatan panggul Jawa Timur, menyapu deretan nama yang dipasang di masjid RW 18.

Ke-43 nama itu merupakan daftar nama korban longsor yang terjadi pada hari Selasa 18 Oktober. Ia menemukan nama istrinya, Enyi (50), dalam daftar itu di urutan ke-11 dan belum dilingkari. ”Itu berarti jenazah istri saya belum ditemukan dalam timbunan longsor,” ucap Umar lirih dan parau.

Papan nama yang dipasang di masjid kecamatan panggul, menjadi rujukan warga yang mencari tahu nasib sanak saudara mereka. Di dalam masjid, jenazah yang sudah ditemukan disemayamkan sementara untuk kemudian dibawa keluar menggunakan ambulans.

Umar tampak terpukul sekali oleh musibah longsor tersebut. Ia kehilangan belahan hidupnya dalam sekejap saat retakan di bukit ambruk dan menimbun 37 rumah yang dihuni pekerja perkebunan sayuran milik warga. Yang membuatnya lebih tertekan, ia menyaksikan sendiri saat-saat terakhir lumpur meluluhlantakkan perumahan pekerja, salah satunya adalah yang ditinggali istrinya.

Bapak enam anak ini pun mengisahkan, ia berada 50 meter dari lokasi saat longsor terjadi pada pukul 14.00. Disertai bunyi dentuman, dia melihat lereng bukit terkupas dan merosot jatuh mendekati permukiman yang aman. Saat itu, longsoran belum mengenai permukiman warga.

Umar dan beberapa karyawan lain yang melihat hal ini segera berteriak memperingatkan warga yang ada di permukiman untuk segera menghindar. Dari kejauhan, ia melihat istrinya sempat keluar rumah, tetapi kemudian masuk kembali. ”Belum sampai 15 menit setelah longsoran pertama, terjadi longsoran yang lebih besar yang menimbun seluruh permukiman,” ujar Umar murung.

 

Tidak tanggung-tanggung, lumpur dengan ketebalan lebih dari tiga meter langsung menimbun permukiman itu hingga mencapai atap. Sebanyak 21 rumah warga, lima bangunan milik kantor perkebunan, dan satu masjid hancur. Lumpur juga memutuskan jaringan listrik ke Kampung panggul

Namun, setidaknya Umar masih bisa bernapas lega. Anaknya paling bungsu, Novita Sri Rahayu (8), selamat dari longsor. Anita saat itu tengah bersekolah di lokasi yang berjauhan dengan permukiman penduduk sehingga terhindar dari maut.

Sayangnya, kebahagiaan yang sama tidak bisa dirasakan Administratur Perkebunan sayur yang sangat besar di wilayah panggul tersebut, Irvansyah. Anaknya, Alfart (3), menjadi korban karena sedang berada di rumah bersama pengasuhnya, Ida (35). Keduanya hingga kini belum ditemukan.

Kesedihan juga dirasakan Anton Sutisna (39), Ketua RT 08 RW 18, Desa Tenjolaya. Lelaki yang sudah 27 tahun bekerja di Perkebunan sayur itu kehilangan dua anggota keluarganya, yakni keponakannya, Nana (26), dan ibunya, Mak Endang (60). Ia juga menyaksikan sendiri rumah ibunya tertimbun longsor. Saat itu, Anton baru saja hendak berangkat ke lokasi perkebunan.

 

Sejak Selasa malam, Anton mencari keponakan dan ibunya. Baru Rabu, sekitar pukul 10.00, Neni ditemukan. Kelegaan dan kesedihan mendalam terpancar dari wajah Anton.

Setelah bapaknya meninggal, Anton adalah kepala keluarga. Rabu siang itu juga, Anton mengantarkan jenazah Neni kepada orangtuanya. ”Bapak-ibunya sudah menunggu”.

Setelah Nana, Anton masih harus mencari keberadaan ibunya, hidup atau mati. Meskipun kesempatan hidup semakin menipis karena sudah dua malam tertimbun, Anton tidak patah arang. ”Saya harus tetap menemukan emak…,” tuturnya

 

Selasa, 19 Juli 2022

" Niat menjadi tempat penampungan sampah!, Malah bikin masyarakat sekitar marah. "



Boyolali, 19 Juli 2022

Sampah merupakan masalah besar di negeri ini, mendengar kata sampah kita tidak asing lagi setiap hari manusia selalu membuang sampah bahkan menghasilkan sampah. Kata sampah yang seringkali terdengar sepele itu justru akan berdampak negatif bagi kelangsungan hidup kita sehari-hari. 

Di Indonesia sendiri sampah telah menjadi permasalahan yang tak kunjung usai sampai saat ini. Bukan hanya di kota-kota besar saja namun masalah sampah ini telah merambah ke berbagai kita-kota kecil bahkan bisa kita jumpai sampah di desa-desa kecil di Indonesia. Sampah memang sekali membuat warga resah, rasah karena sampah yang menyebabkan banjir hingga bau tidak enak di setiap hari nya karena sampah.  

Di Indonesia juga terdapat hari peduli sampah Indonesia, akan tetapi bukannya semakin berkurang justru sebaliknya semakin menumpuk dan bertambah. Walaupun sudah beribu-ribu kali di galakkan dengan slogan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” hingga saat kini masih saja banyak masalah yang ditimbulkan karena jumlah sampah semakin banyak. Akibat tidak adanya penanganan sampah yang benar dan tuntas, maka tumpukan sampah tersebut akan mengakibatkan masalah-masalah seperti bau busuk sampah yang menyengat sehingga mengganggu penciuman, tersumbatnya saluran air dan selokan yang dapat berakibat banjir, timbulnya penyakit kulit, diare, demam berdarah (DBD), dan lainnya.

Menurut Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Dengan kata lain sampah merupakan sisa-sisa kotoran yang sudah tidak mempunyai nilai kegunaan atau manfaat, sehingga tidak diinginkan keberadaannya oleh sebagian masyarakat. Dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 menyebutkan bahwa ada tiga jenis sampah yang seharusnya dikelola yaitu sampah rumah Tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik. 

Permasalahan sampah yang ada saat ini merupakan tugas kita bersama dengan bergandeng tangan dalam menjaga lingkungan bersama dengan penerapan hidup yang bersih dan sadar akan membuang sampah pada tempatnya. Karena jika kita tidak ada kesadaran dalam menjaga bersama, meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi sampah yang berserakan, seperti menyediakan tempat sampah. 

 Seperti yang terjadi pada peristiwa yang ada di desa sawahan pada tanggal 19 Juli 2022 yang memiliki tempat penampungan sampah yang diharapkan untuk menampung sampah dan mengurangi sampah tetapi malah mengakibatkan masalah baru di sekitar kelurahan sawahan tersebut, bau yang menyengat setiap hari nya membuat warga di kawasan tempat penampungan sampah itu murka. Sehingga sebelum nya hanya di peringakan warga akhirnya berbondong-bondong untuk protes melakukan aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa tersebut bertujuan untuk menutup tempat pembuangan sampah tersebut karena semakin hari sampai semakin menggunung dan menyebabkan kan bau yang tidak enak di sekitar area masyarakat.

 Sebelum nya kecamatan desa sawahan sudah melakukan peninjauan ke tempat penampungan sampah tersebut dan memerintahkan kepada petugas penampungan sampah untuk segera mengolah sampah tersebut. Akan tetapi seiring perkembangan nya sampah melebihi kapasitas yang di sediakan oleh tempat pembuangan sampah tersebut sehingga sampah menggunung dan menyebabkan bau dan pencemaran udara di sekitar area tersebut bahkan sampai desa-desa lain juga ikut terdampak bau yang di hasilkan oleh sampah tersebut.

Setelah dilakukan unjuk rasa hari itu juga tempat penampungan sampah di desa sawahan akhir nya ditutup dan ditanami pohong pisang, hal tersebut dilakukan agar tempat tersebut kembali hijau dan diharapkan menjadi kan udara segar kembali. Sadar tidak sadar bahwa penyebab orang membuang sampah sembarangan dikarenakan faktor malas, terdesak, berfikir bahwa petugas akan membersihkannya, kurangnya kesadaran diri, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, letak tempat sampah yang jauh, dan tidak menemukan tempat sampah.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan tentu dapat kita ubah dengan memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan dan bertekad pada diri sendiri untuk melakukan perubahan agar tidak membuang sampah sembarangan karena hal tersebut akan merugikan diri sendiri.


Sabtu, 23 April 2022

B_A310190113_IRVAN NOVA ANANDA_UTS PROFESI JURNALISTIK



 Ngemplak, Kabar Harian_  (kamis 21/4/22) sekitar pukul 09.00 para warga di daerah ngemplak kabupaten boyolali protes keras terhadap peternakan lele yang mengakibatkan bau yang tidak sedap selalu tercium di daerah lingkungan warga, dikarenakan peternakan lele tersebut selalu membuang hasil limbah peternakan lele tersebut sembarangan hingga mengakibatkan bau yang tidak enak di lingkungan tersebut. Menurut laporan warga, ari selaku (37 tahun) peternakan tersebut sudah lama membuang limbah sembarangan, dulu sudah di ingatkan tetapi hanya bertahan semantara saja dan kemudian berulah lagi ujar ari selalu warga ngemplak. Warga ngemplak menuntut agar peternakan tersebut membuat tempat untuk menampung limbah peternakan nya tersebut agar lingkungan di sekitar ngemplak nyaman dan sehat. 

Hingga sampai saat ini pukul 11.00, warga ngemplak masih berkumpul di pertenakan lele tersebut untuk meminta kejelasan terhadap pemilik peternakan tersebut. Sekitar pukul 12.30 Menurut dalimin (40tahun) selalu ketua RT warga ngemplak dari hasil perundingan, pemilik peternakan lele berjanji untuk membuat penampungan limbah secepatnya dan di mohon agar warga tetap sabar dan tenang. 

Menurut warga ngemplak kawasan ini sebelum ada nya peternakan lele tersebut, adalah kawasan yang bebas dari bau yang tidak sedap, kawasan di daerah ngemplak juga masih banyak persawahan dan pohon-pohon nya juga masih banyak yang tumbuh jadi tergolong masih asri, lalu semenjak ada nya peternakan tersebut mulai lah warga mengeluh dikarenakan pada saat proses pemasakan makanan untuk lele tersebut selalu tercium bauk yang tidak sedap, dan hasil olahan limbah tersebut selalu di buang sembarangan hingga mengakibatkan bau yang tidak dan membuat warga ngemplak tersebut geram dan melakukan protes. 

Hingga pukul 15.00 pemilik peternakan menemui warga ngemplak tersebut dikarenakan warga ingin kejelasan terhadap limbah yang mengganggu lingkungan ngemplak tersebut. Wagino ( 54 tahun) Selaku pemilik “memohon maaf atas ketidaknyamanannya  kepada warga ngemplak dan berjanji secepatnya akan membuat penampungan limbah tersebut dan saya meminta warga untuk bersabar pembangunan penampungan limbah berjalan dengan lancar ungkap wagino” . 

Sekitar pukul 15.30 para warga meninggalkan peternakan tersebut, tidak ada kericuhan pada protes tersebut dan protes berjalan dengan lancar dan berharap agar peternakan tersebut segera membuat penampungan limbah sendiri dan warga akan hidup nyaman dilingkungan yang bersih.

Jumat, 11 Maret 2022

Film Jurnalistik Almost Famous

Nama: Irvan Nova Ananda

Nim: A310190113


Almost Famous (2000)

Cerita dalam film ini berlatar pada tahun 1973 dan berkisah tentang seorang remaja bernama William Miller (Patrick Fugit) yang bercita-cita menjadi seorang jurnalis rock. Ketertarikannya pada musik rock dipengaruhi oleh kakanya, Anita (Zooey Deschanel) yang sangat rebel dan meninggalkan rumah pada usia 18 tahun. William sempat berguru pada Lester Bangs yang merupakan seorang jurnalis senior dan dikenal sebagai kritikus tajam. William kemudian ditugaskan untuk menulis review konser Black Sabbath, disana ia berkenalan dengan beberapa personel dari band pembukakonser Black Sabbath yaitu Stillwater. Sang gitaris, Russell Hammond (Billy Crudup) mulai menyukai William karena memuji kualitas bandnya dan permainan gitarnya.

Dari sana kemudian William diminta oleh Ben Fong-Torres yang merupakan seorang editor dari majalah Rolling Stone untuk menulis artikel di majalahnya. William kemudian meminta ijin untuk menuliskan cerita tentang band Stillwater, Ben pun setuju dan menginstruksikan William untuk mengikuti tur Stillwater. Keikutsertaan William dalam rombongan tur Stillwater sempat membuat kekhawatiran para personi llain, karena dia bisa saja menuliskan hal-hal jelek tentang band ini, bahkan William dijuluki “The Enemy” oleh para personel band. Dari perjalanan tur ini William menaruh hati pada seorang groupies yang bernama Penny Lane (Kate Hudson), padahal Penny sangat tergila-gila dengan Russell.

Setelah merasa cukup mengikuti tur dan mendapatkan sumber tulisan (meskipun tidak mendapatkan wawancara yang memuaskan), William kemudian kembali kerumahnya dan mulai menulis tentang Stillwater. Sebelum berpisah Russell sempat berpesan pada William untuk membuat mereka terlihat keren di tulisannya. Tulisan William ini kemudian tidak membuat pihak Rolling Stone puas. William kemudian meminta saran dari Bangs, yang menyarankannya untuk menulis jujur dan tanpa ampun dalam artikelnya. William kemudian menulis ulang artikelnya dan menuliskan semua kegilaan, intrik dan konflik dalam band selama tur tersebut. Rolling Stone kemudian memverifikasi tulisan William pada Stillwater, tetapi karena takut tulisan William tersebut akan merusak image band mereka, para personil band itupun menyangkal tulisan William dan membuatnya terlihat seperti pembohong.